Informasi Tubercolosis Paru

Pengertian

Tuberkulosis paru

Penyebab

TB Paru

Gejala

Utama TB Paru

Beresiko

Terkena TB Paru

Diagnosis

TB Paru

Komplikasi

Penyakit TB Paru

Cara

Penularan TB Paru

Pengobatan

TB Paru

Tahapan-Tahapan

Pengobatan TB Paru

Tujuan

Pembedaan 2 Tahap Pengobatan TB paru

Cara

Untuk Mencegah TB Paru

Pengertian Tuberkulosis paru

Tuberkulosis atau TB paru adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis.

TB paru utamanya menyerang paru-paru, namun juga dapat menyerang organ tubuh lain seperti selaput otak, kulit, tulang, kelenjar getah bening,dan lainnya ketika bakteri TB paru keluar dari paru-paru melalui aliran darah.

Kondisi ini disebut TB Ekstra Paru. TB paru bukan penyakit keturunan dan bukan disebabkan oleh kutukan atau guna-guna. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja (tua, muda, laki-laki, perempuan, miskin, kaya).

Hanya sekitar 10% diantara orang yang terinfeksi akan jatuh sakit, namun, bakteri TB paru dapat hidup dalam kondisi non-aktif (laten) seumur hidup dan menjadi aktif saat daya tahan tubuh melemah.

Penyebab TB Paru

TB paru adalah penyakit yang disebabkan oleh adanya infeksi bakteri, tepatnya Mycobacterium tuberculosis. Tahap infeksi bakteri pada pengidap TB melewati tiga tahapan, di antara lain sebagai berikut:

  1. Infeksi Primer

    Tahap ini terjadi saat udara yang mengandung bakteri penyebab TB paru terhirup oleh hidung atau mulut hingga masuk menuju paru-paru dan berkembang biak.

  2. Infeksi Laten

    Ketika bakteri mulai berkembang, sistem imun akan melakukan perlawanan. Ketika sistem imun berhasil melawannya, maka bakteri akan “tertidur” dan tidak aktif menginfeksi. Sehingga, orang yang terinfeksi tidak akan merasakan gejala apapun.

  3. Infeksi Aktif

    Sebaliknya, saat imun tubuh tidak berhasil melawan bakteri yang masuk dan berkembang biak, maka bakteri akan bebas menyerang sel-sel sehat pada paru-paru. Kondisi ini akan membuat pengidapnya merasakan gejala.

Gejala Utama TB Paru

Ciri-ciri TB paru yang menginfeksi seseorang pada awalnya memunculkan gejala utama sebagai berikut:

  • Sesak nafas
  • Batuk berlangsung lama hingga lebih dari 3 minggu
  • Batuk berdarah
  • Demam lebih dari 1 bulan
  • Dada terasa nyeri

Selain gejala TB paru di atas, adapun gejala yang biasanya muncul, di antaranya adalah:

  • Menggigil
  • Mudah merasa Lelah
  • Berat badan turun drastis
  • Nafsu makan menghilang
  • Berkeringat di malam hari
  • Mengeluarkan dahak bercampur darah

Kemunculan gejala-gejala tersebut biasanya akan berbeda di beberapa orang. Sehingga antara satu dan lainnya tidak bisa dijadikan sebagai acuan.

Beresiko Terkena TB Paru

Yang paling berisiko terkena TB paru yaitu:

  • Anak-anak
  • Penyintas HIV/AIDS
  • Orang lanjut usia
  • Perokok aktif
  • Penyintas Diabetes Melitus
  • Kontak langsung dengan pasien TB paru
  • Ada kontak langsung dengan pasien TB
  • Ada penyakit Komorbid/yang sedang di derita seperti HIV & Demam
  • Tinggal di wilayah beresiko TB

Komplikasi Penyakit TB Paru

Saat seseorang mengidap TB paru dan tidak mendapatkan penanganan yang tepat, maka kemungkinan komplikasi bisa terjadi. Seiring perkembangannya, bakteri TB paru tidak hanya menginfeksi paru-paru tetapi juga bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Beberapa komplikasi yang mungkin dialami oleh pengidap TB paru adalah sebagai berikut:

  • Kerusakan sendi
  • Kelainan pada jantung
  • Nyeri punggung
  • Masalah pada ginjal dan hati
  • Peradangan selaput otak atau meningitis

Diagnosis TB Paru

TB adalah penyakit yang sering menyerang sistem pernapasan, tepatnya organ paru-paru. Maka dari itu, biasanya dokter melakukan pemeriksaan pada kelenjar getah bening guna mengidentifikasi pembengkakan paru-paru.

Berikut ini beberapa tes yang umumnya dilakukan untuk pemeriksaan penyakit TB paru:

  • Tes Darah: Melalui tes darah, dokter akan mengukur reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap bakteri Mycobacterium tuberculosis. Dari tes ini akan diketahui apakah seseorang memiliki TB laten atau aktif.
  • Tes Dahak: Setelah melakukan rontgen dada dan dokter menemukan indikasi TB, maka akan dilakukan tes dahak untuk mengetahui obat yang cocok bagi pengidapnya.
  • Tes Mantoux: Tes ini menggunakan alat bernama TST (Tuberculin Skin Test) untuk menyuntikkan zat tuberkulin di bawah kulit lengan. Kemudian, dalam 48-72 jam, dokter akan memeriksa pembengkakan pada posisi penyuntikan. Bila timbul benjolan merah pada ukuran tertentu, maka seseorang dinyatakan kemungkinan positif TBC.

Cara Penularan TB Paru

Bakteri TBC dapat menular melalui udara ketika partikel dahak orang dengan TBC paru keluar saat batuk, bersin dan berbicara. Percikan-pericakan dahak tersebut yang mengandung bakteri dan dapat melayang-layang di udara seingga terhirup oleh orang lain.

Penderita TB Paru dengan BTA Positif, dapat menularkan kepada 10-15 orang per tahun di sekitarnya. Namun, jika orang yang terinfeksi mempunyai daya tahan tubuh yang baik, ia tidak akan langsung sakit TBC. Sebanyak 5-10% orang yang tertular dapat menjadi sakit TBC.

BTA Positif artinya dari hasil pemeriksaan miskrokopis ditemukan bakteri tahan asam pada sampel dahak orang yang diduga TBC. Semakin banyak jumlah BTA yang ditemukan (+1/+2/+3), semakin besar kemungkinan untuk indvidu tersebut menularkan bakteri TBC kepada orang lain.

Pengobatan TB Paru

Meski berisiko fatal, namun TB paru adalah penyakit yang masih bisa disembuhkan asalkan melalui penanganan secara tepat. Biasanya, dokter akan menganjurkan pengidap TB paru untuk mengonsumsi obat selama 6-12 bulan. Pengobatan tidak boleh terputus, jika terputus harus mengulang dari awal.

Obat TB paru umumnya mengandung jenis antituberkulosis, yaitu antibiotik yang khusus digunakan untuk mematikan infeksi bakteri TB. Pengobatannya sendiri terdiri dari 2 tahap yaitu intensif dan lanjutan.

Ketika seseorang mengalami resisten terhadap obat antituberkulosis, maka Ia harus menjalani pengobatan lini kedua;

Tahapan-Tahapan Pengobatan TB Paru

  • Tahap Awal (Intensif): berlangsung sejak memulai pengobatan hingga 2 bulan, dimana pasien TBC diwajibkan meminum obat setiap hari.
  • Tahap Lanjutan: sejak bulan ke-2 hingga bulan ke-6 atau lebih. Pada tahap ini, pasien hanya diwajibkan meminum obat 3x seminggu.

Kedua tahapan di atas jika ditotal berlangsung minimal 6 bulan, bisa juga lebih bahkan sampai 12 bulan. Namun, lamanya pengobatan ini tergantung pada berat ringannya penyakit TB paru yang diderita oleh pasien dan ditentukan oleh tenaga kesehatan yang sudah terlatih.

Jika diakhir tahap intensif hasil pemeriksaan dahak masih positif, maka tahap pengobatan ini akan ditambah 1 bulan.

Tujuan Pembedaan 2 Tahap Pengobatan TB paru

  • Tahap Awal (Intensif) bertujuan untuk mengnonaktifkan kuman/ bakteri TB paru.
  • Tahap Lanjutan bertujuan untuk mematikan kuman/ bakteri TB paru.

Perlu diingat, konsultasikan lama pengobatan dan jumlah obat yang diminum kepada tenaga kesehatan. Gejala hilang pada masa pengobatan bukan berarti kuman/bakteri TB paru sudah hilang.

Jadi, jika Anda atau sanak saudara terkena TB paru, pastikan segera mendapatkan pengobatan yang tepat. Jangan ditunda-tunda. Segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat, seperti Puskesmas, Rumah Sakit, dsb.

Cara Untuk Mencegah TB Paru

Secara langsung TBC dapat dihindari dengan:

  • Menjalankan kehidupan pribadi sehat seperti tidak merokok
  • Meningkatkan daya tahantubuh dengan makan makanan yang bergizi, seimbang, dll
  • Rumah yang cukup mendapatkan sinar matahari dan mempunyai sirkulasi udara yang baik. Agar rumah mendapatkan sinar matarhari dan udara yang cukup, bukalah jendela padpagi hari secara teratur serta menjemur Kasur atau tikar secara teratur agar tidak lembab.
  • Memberikan suntikan vaksin BCG (Bacille Calmette-Guerin). Vaksin ini biasanya diberikan kepada bayi dan anak-anak pada saat masa imunisasi sebanyak satu kali.
  • Berolahraga teratur
  • Cukup beristirahat
  • Tidak tidur larut malam
  • Secepatnya membawa bayi berusia di bawah 3 bulan untuk mendapatkan vaksin BCG
  • Menggunakan masker jika berinteraksi dengan penderita TB
MULAI INFO